Ramadhan kali ini
Ramadhan sudah hampir benar ke penghujungnya. Ada pilu dan kesal mengiringi pemergiannya. Memang lumrah manusia mudah menangisi dan menyesali yang telah berlalu. Namun Ramadhan kali ini ada yang menyentuh hati. Satu Jumaat di Masjid Abu Bakr, kata-kata sang imam masih terngiang di deria dengarku. Kata sang imam, Ramadhan adalah bulan untuk memohon kemaafan Allah. Tidak ada yang lebih penting selain dari meraih keampunan dariNya. Mendapat keampunan Allah adalah yang terpenting, lebih penting dari memohon kemurahan rezeki, lebih penting dari memohon kebaikan-kebaikan duniawi yang lain.
Aku terpaku di tingkat atas masjid. Mengenang kelalaian dan kebodohan diri selama ini. Meletakkan keinginan-keinginan duniawi selari dengan memohon keampunan dari Illahi. Kata-kata sang imam terngiang hingga dinihari sehingga usai urusan sahur. Titik-titik jernih itu tidak dapat ku tahan dari mengalir, menangisi kekesalan diri. Apakah masih ada sisa keampunan untuk diri ini. Masih sudikah Dia memandang dengan rahimNya. Ada takut menyelinap dalam diri…..sekiranya itu semua tidak ada lagi untuk diri ini.